Tugas Pengantar Audit Teknologi informasi
1. Jelaskan jenis-jenis Audit, seperti audit
internal, audit system informasi, audit kecurangan (fraud), eksternal
audit/auditkeuangan, audit internal
2.
Jelaskan analisis risiko
3.
Jelaskan standar dan panduan untuk audit
sistem informasi, sepertiISACA, IIA COSO dan ISO1799
4.
Jelaskan lembaga-lembaga Audit Sistem
Informasi di Indonesia
1.
jenis-jenis Audit
·
Pemeriksaan Umum atau Genderal Audit
Genneral audit merupakan pemeriksaan yang
umum dilakukan atas laporan keuangan perusahaan yang dilakukan oleh Kantor
Akuntan Publik (KAP).
Pemeriksaan KAP yang bersifat independent
bertujuan untuk memberikan penilaian sekaligus memberikan opini mengenai
kewajaran dari laporan keuangan dari suatu perusahaan.
·
Audit Laporan Keuangan atau Financial Statment Audit
Jenis laporan audit keuangan ini berkaitan
dengan mengumpulkan serta mengevaluasi bukti-bukti transaksi tentang laporan
suatu entitas dengan tujuan memberikan opini atau pendapat tentang laporan
tersebut apakah sudah sesuai degan kriteria yang ditetapkan dalam
prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.
·
Audit Operasional atau Management Audit
Audit operasinal merupakan pemeriksaan
terhadap kegiatan operasional suatu perusahaan.
Hal-hal yang menjadi perhatian dalam audit
operasional ini antara lain dari segi kebijakan akuntansi dan kebijakan
operasional manajemen yang telah ditetapkan, dengan tujuan untuk mengetahui
apakah kegiatan operasional yang berjalan sudah efektif dan efisien.
·
Audit Sistem Informasi
Audit sistem informasi merupakan kegiatan
pemeriksaan yang dikerjakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), terhadap
perusahaan yang sudah melakukan proses data akuntansi dengan menggunakan system
Elektronik Data Processing atau EDP.
·
Fraud auditing atau audit kecurangan
adalah upaya untuk mendeteksi dan mencegah
kecurangan dalam transaksi-transaksi komersial. Untuk dapat melakukan audit
kecurangan terhadap pembukuan dan transaksi komersial memerlukan gabungan dua
keterampilan, yaitu sebagai auditor yang terlatih dan kriminal investigator.
2.
Analisis Risiko adalah suatu metode
analisis yang meliputi faktor penilaian, karakterisasi, komunikasi, manajemen
dan kebijakan yang berkaitan dengan risiko tersebut. Manajemen Risiko adalah
usaha yang secara rasional ditujukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya
kerugian dari risiko yang dihadapi.
3.
Standar Audit
·
ISACA(Information Systems Audit &
Control Association) :
ISACA berperan memberikan informasi untuk
mendukung kebutuhan pengetahuan. Dalam framewok ISACA terdapat Standard,
Guidelines, dan Procedure.
o
Standard yang ditetapkan oleh ISACA harus
diikuti auditor.
o
Guidelines memberi bantuan kepada auditor
agar dapat menerapkan standar dalam berbagai tugas audit.
o
Prosedur memberi contoh langkah-langkah
auditor dapat mengikuti tugas audit
sehingga dapat menerapkan standar.
·
IIA COSO(The Comitte of Sponsoring
Organizations of the threadway commision's) :
pengendalian intern, yang penggunaannya
mencakup penentuan tujuan pengendalian pelaporan keuangan dan proses
operasional dalam konteks organisasional, sehingga perbaikan dan kontrol dapat
dilakukan secara menyeluruh.
·
ISO 1799 :
menghadirkan sebuah standar untuk sistem
manajemen keamanan informasi yang meliputi dokumen kebijakan keamanan
informasi, alokasi keamanan informasi tanggung jawab menyediakan semua pemakai
dengan pendidikan dan pelatihan di dalam keamanan informasi, mengembangkan
suatu sistem untuk laporan peristiwa keamanan, memperkenalkan virus kendali,
mengembangkan suatu rencana kesinambungan bisnis, mengikuti kebutuhan untuk
pelindungan data, dan menetapkan prosedur untuk mentaati kebijakan keamanan.
4.
Lembaga Audit Sistem Informasi di
Indonesia
·
Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia
(IASII).
Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia
(IASII) didirikan pada 20 Mei 2014. Lembaga ini dibentuk oleh beberapa praktisi
dari berbagai universitas dan organisasi lainnya dibidang sistem informasi.
Lembaga ini memiliki tujuan yaitu untuk menghindari penyimpangan dalam
penggunaan sistem informasi yang semakin pesat di Indonesia. IASII bekerja sama
dengan beberapa lembaga lain seperti Ikatan Akuntan Indonesia (IAI),
Information System Audit and Control Association-Chapter Indonesia (ISACA),
Institute of Internal Auditor, Forum Komunikasi Satuan Pengawas Intern.
·
Information System Audit and Control
Association (ISACA).
ISACA adalah suatu organisasi profesi
internasional di bidang tata kelola teknologi informasi yang didirikan di
Amerika Serikat pada tahun 1967. Awalnya dikenal dengan nama lengkap
Information Systems Audit and Control Association, saat ini ISACA hanya
menggunakan akronimnya untuk merefleksikan cakupan luasnya di bidang tata
kelola teknologi informasi.
ISACA telah memiliki kurang lebih 70.000
anggota yang tersebar di 140 negara. Anggota ISACA terdiri dari antara lain
auditor sistem informasi, konsultan, pengajar, profesional keamanan sistem
informasi, pembuat perundangan, CIO, serta auditor internal. JaringanISACA
terdiri dari sekitar 170 cabang yang berada di lebih dari 60 negara, salah
satunya ialah di Indonesia. ISACA sendiri telah membuat standar untuk audit
sistem informasi di seluruh dunia.
·
BPK RI
Didirikan tahun 1946 yang bertugas untuk
melakukan audit yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan negara dan tanggung
jawab yang dilakukan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga negara
lain seperti Bank Indonesia, BUMN, BUMD, Dewan Pelayanan Publik, dan lembaga
lain yang mengelola keuangan negara. BPK RI menyerahkan hasil audit kepada DPR,
DPD, dan DPRD sesua dengan kewnangan masing-masing.
·
Keuangan BPKP (Badan Pengawasan dan
Pembangunan).
BPKP didirikan tahun 2006. BPKP bertugas
mengendalikan keuangan dan pengawasan pembangunan nasional serta meningkatkan
pendapatan negara dan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengeluaran
anggaran pemerintah nasional dan regional. Tugas lain BPKP adalah mengevaluasi
penerapan sistem pengendalian internal untuk mendeteksi dan menghalangi
korupsi, serta menginvestigasi penyelewengan keuangan.
·
LPAI
Lembaga Pengembangan Auditor Internal adalah lembaga
yang concern terhadap pengembangan SDM bidang audit internal. Sebagai salah
satu divisi training dari Proesdeem Indonesia lembaga konsultan manajemen yang
sejak 1995 memfokuskan kegiatannya pada pelatihan manajemen — LPÄI
menyelenggarakan pelatihan internal audit dan fraud audit secara lengkap,
terprogram-berkesinambungan, serta kurikulum berkualitas. Pelatihan yang
diselenggarakan oleh LPAI senantiasa dievaluasi dan diupdate — mengacu pada
perkembangan pengetahuan dan praktek bisnis paling mutakhir — dimana
benchmarknya adalah lembaga-lembaga internal audit dan fraud audit yang sudah
dikenal baik reputasinya di dunia.
Daftar Pustaka
-
https://akuntanonline.com/macam-macam-jenis-audit/
-
https://naufalakmalfauzi.wordpress.com/2018/10/19/lembaga-lembaga-audit-sistem-informasi-di-indonesia/


Komentar
Posting Komentar